Yearly Archive2017

ByYayasan Albanna

Hari Pendidikan Nasional

Ajaran Kepemimpinan Ki Hadjar Dewantara

Ing Ngarso Sung Tulodo artinya Ing ngarso itu didepan / dimuka, Sun berasal dari kata Ingsun yang artinya saya, Tulodo berarti tauladan. Jadi makna Ing Ngarso Sung Tulodo adalah menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi orang – orang disekitarnya. Sehingga yang harus dipegang teguh oleh seseorang adalah kata suri tauladan.

Ing Madyo Mbangun Karso, Ing Madyo artinya di tengah-tengah, Mbangun berarti membangkitan atau menggugah dan Karso diartikan sebagai bentuk kemauan atau niat. Jadi makna dari kata itu adalah seseorang ditengah kesibukannya harus juga mampu membangkitkan atau menggugah semangat . Karena itu seseorang juga harus mampu memberikan inovasi-inovasi dilingkungannya dengan menciptakan suasana yang lebih kodusif untuk keamanan dan kenyamanan.

Demikian pula dengan kata Tut Wuri Handayani, Tut Wuri artinya mengikuti dari belakang dan handayani berati memberikan dorongan moral atau dorongan semangat. Sehingga artinya Tut Wuri Handayani ialah seseorang harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang. Dorongan moral ini sangat dibutuhkan oleh orang – orang disekitar kita menumbuhkan motivasi dan semangat.

Jadi secara tersirat Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani berarti figur seseorang yang baik adalah disamping menjadi suri tauladan atau panutan, tetapi juga harus mampu menggugah semangat dan memberikan dorongan moral dari belakang agar orang – orang disekitarnya dapat merasa situasi yang baik dan bersahabat . Sehingga kita dapat menjadi manusia yang bermanfaat di masyarakat.

sumber : http://www.gudangmateri.com/

ByYayasan Albanna

Achievement Motivation Training II SD Albanna

Kegiatan rutin AMT (Achievement Motivation Training) SD Albanna untuk orangtua dan siswa, kini diadakan di GKN Renon I Denpasar pada hari Sabtu Tanggal 04 Nopember 2017.

kegiatan kali ini diisi oleh Trainer Nasional: Wawan Herdiansyah. Tujuan dari diadakannya AMT kali ini adalah untuk meningkatkan motivasi orangtua  dan siswa dalam rangka menghadapi Ujian Nasional dan kehidupan jangka panjang.

Foto

ByYayasan Albanna

Kegiatan Keterampilan Mahir Dasar Pramuka Albanna School

[image_with_animation image_url=”1350″]

Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata “Pramuka” merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Jiwa Muda yang Suka Berkarya.

Pramuka merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi; Pramuka Siaga (7-10 tahun), Pramuka Penggalang (11-15 tahun), Pramuka Penegak (16-20 tahun) dan Pramuka Pandega (21-25 tahun). Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan Pramuka, Korps Pelatih Pramuka, Pamong Saka Pramuka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing.

Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan masyarakat, dan bangsa Indonesia.

Sumber: Wikipedia

Model pelaksanaan ekstrakurikuler wajib kepramukaan dalam kurikulum 2013. Seiring dengan diberlakukannya kurikulum 2013, kepramukaan (latihan pramuka) ditetapkan menjadi ekstrakurikuler wajib di tingkat Sekolah Dasar (SD/MI), SMP dan MTs, serta SMA, MA, dan SMK. Sebagai ekstrakurikuler wajib, kepramukaan harus diikuti oleh seluruh peserta didik dalam sekolah tersebut. Karenanya, pelaksanaan kepramukaan sebagai ekstrakurikuler wajib dalam kurikulum 2013 diorganisasikan dalam model-model tertentu.

Penetapan kepramukaan sebagai ekstrakulrikuler wajib di tingkat Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah adalah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2014 Tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Dalam Permen ini salah satunya mengatur tentang pengorganisasian model pelaksanaan ekstrakurikuler kepramukaan pada kurikulum 2014.

Sumber: Info Kurikulum 2013

Berdasarkan Info diatas, dapat disimpulkan bahwa betapa pentingnya kegiatan Kepramukaan untuk siswa dan guru.

Sehubungan dengan hal tersebut, Albanna School mengadakan Kegiatan KMD (Ketrampilan Mahir Dasar) Pramuka untuk Guru-guru sebagai Pembina Pramuka, yang di adakan di Albanna School pada tanggal 9 – 15 Januari 2017.

Dalam kegiatan KMD tahun ini, Albanna School mengundang Para Pembina/Pimpinan yang telah malang melintang dan berpengalaman di dunia Kepramukaan, sbb :

  1. Kakak Ahmad Fikri sebagai Kepala PINSAKONAS
  2. Kakak H. Rosyid sebagai Kepala PINSAKODA
  3. Kakak Doktor I Gusti Lanang Jelantik, Msi. Sebagai Kepala KWARTIR Cabang
  4. Kakak Soni Santoso dan Tim sebagai Kepala PUSDIKLAT Cabang

Tujuan diadakannya kegiatan KMD adalah untuk membentuk Pembina-pembina yang :

  1. Memiliki kompetensi Kepramukaan
  2. Memiliki kemampuan membina disegala jenjang
  3. Memahami organisasi Kepramukaan

“dalam kegiatan Kepramukaan harus didukung dengan Kompetensi Spiritual” Kakak Doktor I Gusti Lanang Jelantik, Msi. Kepala KWARTIR Cabang. Dalam kutipan tersebut, Kak Gusti menyampaikan bahwa Pramuka tidak hanya sebagai ekstrakurikuler wajib bagi siswa di kurikulum 2013, tetapi harus menunjukkan semangat dan kebersamaan dalam mengimplementasikan Pramukan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah Tegas dan Santun.

Semoga kegiatan KMD kali ini dapat di implementasikan dalam kegiatan sekolah dan aktifitas sehari-hari.

Foto

Salam Pramuka!