Monthly Archive October 2018

ByHumas

Hari Santri 2018: Santri Pembangun Negeri

Tak bisa dipungkiri, perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia mengusir kaum imperialis (penjajah) dari tanah air tercintanya tidak lepas dari peranan besar tokoh-tokoh Islam negeri ini. Bahkan, tidak sedikit pemuka agama samawi itu terjun langsung berada di lini depan memimpin perang. Sehingga, tak sedikit pula yang berpulang keharibaan Ilahi Robbi sebagai pahlawan syuhada.

Peranan tokoh-tokoh Islam mengawal perjuangan merebut kemerdekaan hingga mempertahankannya mampu mengamankan akidah Islamiyah penduduk negeri berjuluk Zamrud Di Katulistiwa ini. Padahal, selama hampir empat abad kaum penjajah yang notabene adalah non muslim itu memaksakan budaya serta keyakinan yang mereka anut kepada bangsa yang mayoritas muslimin dan taat terhadap agamanya itu.

Pun, jika kita mundur lebih jauh. Dalam masa sebelum berdirinya bangsa Indonesia, kaum santri sudah turut andil dalam membangun peradaban dan pendidikan masyarakat di Indonesia. Sebut saja peran Walisongo dan santri-santrinya yang telah memberi angin segar bagi majunya peradaban, budaya dan pendidikan di masyarakat. Walisongo dan santri-santrinya telah mengajarkan masyarakat Indonesia tentang kesamaan derajat dan arti pentingnya persatuan dan kesatuan dalam mewujudkan masyarakat yang kuat dan berdaulat.

Ulama’ dan santri adalah dua karakter yang tak terpisahkan dan saling bertautan. Dalam masa sekarang, Dua karakter ini memiliki peran yang sangat besar dalam pembangunan hubungan sosial serta pendidikan di Indonesia.¬† Maka di tahun 2015 lalu, tanggal 22 Oktober resmi ditetapkan sebagai hari santri nasional dengan adanya Keppres No.22 tahun 2015. Penentuan tanggal 22 Oktober sebegai Hari Santri ini merujuk pada sejarah di tanggal yang sama tahun 1945 lalu. Ketika itu, KH. Hasyim Asy’ari -Ketua Umum serta Pendiri salah satu ormas islam di Indonesia yaitu NU- mengumpulkan ratusan elite kyai dan santri dari seluruh daerah untuk merespon agresi militer Belanda kedua. Dalam musyawarah itu lahirlah fatwa resolusi jihad oleh KH. Hasyim Asy’ari.¬†Resolusi itu memuat seruan bahwa setiap Muslim wajib memerangi penjajah. Para pejuang yang gugur dalam peperangan melawan penjajah pun dianggap mati syahid.

Itulah secuil sejarah peran santri dalam pembangunan bangsa Indonesia. Maka sebagai pelajar islam, kita patut bangga menjadi seorang “santri”. Mewariskan semangat pendahulu kita untuk terus memajukan bangsa Indonesia.

Selamat Hari Santri Nasional 2018!!

 

ByHumas

Kegiatan Tengah Semester 1 SD Albanna

Hai, Sobat Albanna..

Tanggal 1 – 3 Oktober 2018 lalu, SD Albanna mengadakan Kegiatan Tengah Semester 1. Agenda ini adalah agenda rutin tiap semester yang tercantum dalam kurikulum SD Albanna yang diselenggarakan setelah Penilaian Tengah Semester (Mid Semester). KTS ini selalu dikemas dengan berbagai macam kegiatan menarik dan tentunya juga memiliki unsur pembelajaran untuk siswa dan siswi SD Albanna. Kali ini, Agenda ini diisi dengan 4 macam kegiatan. Apa saja?

  • Cinta Sholat

Sesuai dengan namanya, Kegiatan ini berisi materi dan praktik tentang ibadah sholat. Dalam kesempatan ini, Ust.H.Rosyid Ridho, S.Pd. diundang sebagai narasumber. Cinta Sholat ini dimaksudkan untuk me-refresh dan menambah pengetahuan serta mengevaluasi aktifitas ibadah siswa dan siswi khususnya ibadah sholat.

Kenapa sholat? bukan puasa,haji atau yang lainnya? Karena sholat adalah amal pertama yang akan dihitung dalam perjalanan hisab seorang manusia di alam akhirat dan merupakan pondasi pengukur akan kebaikan dan keburukan seluruh amal seorang manusia. Kegiatan ini dilaksanakan secara bergilir pada tanggal 1 dan 2 Oktober oleh seluruh siswa dan siswi SD Albanna.

  • Gardening (Menghias Kerajinan)

Dalam kegiatan ini, siswa dan siswi diajak untuk bersikap peduli terhadap lingkungan. Salah satunya dengan bercocok tanam dan menghias kebun sekitar sekolah. Acara ini hanya diikuti oleh siswa-siswi kelas 4 – 6.

  • Cooking Day

Jika Gardening hanya diperuntukkan siswa dan siswi kelas 4-6, maka kegiatan satu ini khusus untuk adik-adik kelas mereka yaitu kelas 1-3. Acara masak-memasak ini dilakukan di kelas masing-masing. Dengan bantuan dan pantuan guru kelasnya, anak-anak diinspirasi untuk membuat ataupun menghias berbagai jenis makanan dan minuman.

  • Outing Class

Inilah kegiatan yang hampir selalu dinanti-nantikan siswa dan siswi dalam kegiatan KTS. Kenapa? Karena dalam kegiatan ini, mereka bisa mengeksplor pengetahuan dan kesenangan mereka di luar kelas. Semua jenjang kelas paralel memiliki tujuan kegiatan serta lokasi berpergian berbeda-beda. Dan itu ditentukan dalam musyawarah tiap satuan paralel. Kegiatan ini secara serentak dilaksanakan pada tanggal 3 Oktober dengan rincian tujuan:
1. Kelas 1 : Bali Fun World

2. Kelas 2 : Kebun Raya Bedugul

3. Kelas 3 : Taman Kupu-Kupu dan Bukit Jati Waterboom

4. Kelas 4 : POD di Mengwi

5. Kelas 5 : Dreamland Waterpark

6. Kelas 6 : Agrowisata Ulat Sutra

Seru dan menyenangkan bukan?

Semoga ilmu dan pengalaman yang didapat oleh siswa dan siswi selama Kegiatan Tengah Semester memberikan dampak positif terhadap perjalanan pembelajaran siswa dan siswi di SD Albanna. ^^