All posts by admin

Hari Pendidikan Nasional

By | Uncategorized | No Comments

Ajaran Kepemimpinan Ki Hadjar Dewantara

Ing Ngarso Sung Tulodo artinya Ing ngarso itu didepan / dimuka, Sun berasal dari kata Ingsun yang artinya saya, Tulodo berarti tauladan. Jadi makna Ing Ngarso Sung Tulodo adalah menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi orang – orang disekitarnya. Sehingga yang harus dipegang teguh oleh seseorang adalah kata suri tauladan.

Ing Madyo Mbangun Karso, Ing Madyo artinya di tengah-tengah, Mbangun berarti membangkitan atau menggugah dan Karso diartikan sebagai bentuk kemauan atau niat. Jadi makna dari kata itu adalah seseorang ditengah kesibukannya harus juga mampu membangkitkan atau menggugah semangat . Karena itu seseorang juga harus mampu memberikan inovasi-inovasi dilingkungannya dengan menciptakan suasana yang lebih kodusif untuk keamanan dan kenyamanan.

Demikian pula dengan kata Tut Wuri Handayani, Tut Wuri artinya mengikuti dari belakang dan handayani berati memberikan dorongan moral atau dorongan semangat. Sehingga artinya Tut Wuri Handayani ialah seseorang harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang. Dorongan moral ini sangat dibutuhkan oleh orang – orang disekitar kita menumbuhkan motivasi dan semangat.

Jadi secara tersirat Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani berarti figur seseorang yang baik adalah disamping menjadi suri tauladan atau panutan, tetapi juga harus mampu menggugah semangat dan memberikan dorongan moral dari belakang agar orang – orang disekitarnya dapat merasa situasi yang baik dan bersahabat . Sehingga kita dapat menjadi manusia yang bermanfaat di masyarakat.

sumber : http://www.gudangmateri.com/

Achievement Motivation Training II SD Albanna

By | Uncategorized | No Comments

Kegiatan rutin AMT (Achievement Motivation Training) SD Albanna untuk orangtua dan siswa, kini diadakan di GKN Renon I Denpasar pada hari Sabtu Tanggal 04 Nopember 2017.

kegiatan kali ini diisi oleh Trainer Nasional: Wawan Herdiansyah. Tujuan dari diadakannya AMT kali ini adalah untuk meningkatkan motivasi orangtua  dan siswa dalam rangka menghadapi Ujian Nasional dan kehidupan jangka panjang.

Foto

Kegiatan Keterampilan Mahir Dasar Pramuka Albanna School

By | Uncategorized | No Comments

Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata “Pramuka” merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Jiwa Muda yang Suka Berkarya.

Pramuka merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi; Pramuka Siaga (7-10 tahun), Pramuka Penggalang (11-15 tahun), Pramuka Penegak (16-20 tahun) dan Pramuka Pandega (21-25 tahun). Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan Pramuka, Korps Pelatih Pramuka, Pamong Saka Pramuka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing.

Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan masyarakat, dan bangsa Indonesia.

Sumber: Wikipedia

Model pelaksanaan ekstrakurikuler wajib kepramukaan dalam kurikulum 2013. Seiring dengan diberlakukannya kurikulum 2013, kepramukaan (latihan pramuka) ditetapkan menjadi ekstrakurikuler wajib di tingkat Sekolah Dasar (SD/MI), SMP dan MTs, serta SMA, MA, dan SMK. Sebagai ekstrakurikuler wajib, kepramukaan harus diikuti oleh seluruh peserta didik dalam sekolah tersebut. Karenanya, pelaksanaan kepramukaan sebagai ekstrakurikuler wajib dalam kurikulum 2013 diorganisasikan dalam model-model tertentu.

Penetapan kepramukaan sebagai ekstrakulrikuler wajib di tingkat Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah adalah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2014 Tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Dalam Permen ini salah satunya mengatur tentang pengorganisasian model pelaksanaan ekstrakurikuler kepramukaan pada kurikulum 2014.

Sumber: Info Kurikulum 2013

Berdasarkan Info diatas, dapat disimpulkan bahwa betapa pentingnya kegiatan Kepramukaan untuk siswa dan guru.

Sehubungan dengan hal tersebut, Albanna School mengadakan Kegiatan KMD (Ketrampilan Mahir Dasar) Pramuka untuk Guru-guru sebagai Pembina Pramuka, yang di adakan di Albanna School pada tanggal 9 – 15 Januari 2017.

Dalam kegiatan KMD tahun ini, Albanna School mengundang Para Pembina/Pimpinan yang telah malang melintang dan berpengalaman di dunia Kepramukaan, sbb :

  1. Kakak Ahmad Fikri sebagai Kepala PINSAKONAS
  2. Kakak H. Rosyid sebagai Kepala PINSAKODA
  3. Kakak Doktor I Gusti Lanang Jelantik, Msi. Sebagai Kepala KWARTIR Cabang
  4. Kakak Soni Santoso dan Tim sebagai Kepala PUSDIKLAT Cabang

Tujuan diadakannya kegiatan KMD adalah untuk membentuk Pembina-pembina yang :

  1. Memiliki kompetensi Kepramukaan
  2. Memiliki kemampuan membina disegala jenjang
  3. Memahami organisasi Kepramukaan

“dalam kegiatan Kepramukaan harus didukung dengan Kompetensi Spiritual” Kakak Doktor I Gusti Lanang Jelantik, Msi. Kepala KWARTIR Cabang. Dalam kutipan tersebut, Kak Gusti menyampaikan bahwa Pramuka tidak hanya sebagai ekstrakurikuler wajib bagi siswa di kurikulum 2013, tetapi harus menunjukkan semangat dan kebersamaan dalam mengimplementasikan Pramukan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah Tegas dan Santun.

Semoga kegiatan KMD kali ini dapat di implementasikan dalam kegiatan sekolah dan aktifitas sehari-hari.

Foto

Salam Pramuka!

Sejarah Panjang Hari Guru

By | Article Albanna | No Comments

JAKARTA – Setiap tahun, 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Hal itu ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994.

Namun, ada sejarah panjang hingga akhirnya 25 November terpilih sebagai Hari Guru Nasional. Selain Hari Guru Nasional, 25 November 1945 juga ditetapkan sebagai hari lahir Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

PGRI diawali dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) pada 1912. Organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri dari para guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan pemilik sekolah. Dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda mereka umumnya bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua. Sejalan dengan keadaan itu, maka selain PGHB berkembang pula organisasi guru bercorak keagamaan, kebangsaan, dan sebagainya.

Dua dekade berselang, nama PGHB diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata “Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda. Sebaliknya, kata “Indonesia” ini sangat didambakan oleh guru dan bangsa Indonesia.

Kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan yang sejak lama tumbuh mendorong para guru pribumi memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda. Hasilnya antara lain adalah Kepala HIS yang dulu selalu dijabat orang Belanda, satu per satu pindah ke tangan orang Indonesia.

Semangat perjuangan ini makin berkobar dan memuncak pada kesadaran dan cita-cita kesadaran. Perjuangan guru tidak lagi perjuangan perbaikan nasib, tidak lagi perjuangan kesamaan hak dan posisi dengan Belanda, tetapi telah memuncak menjadi perjuangan nasional dengan teriak “merdeka.”

Sayang, pada zaman pendudukan Jepang segala organisasi dilarang dan sekolah ditutup sehingga PGI tidak dapat lagi melakukan aktivitas. Namun, semangat proklamasi 17 Agustus 1945 menjadi dasar PGI untuk menggelar Kongres Guru Indonesia pada 24–25 November 1945 di Surakarta.

Melalaui kongres ini, segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama, dan suku, sepakat dihapuskan. Mereka adalah guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk.

Di dalam kongres inilah, tepatnya pada 25 November 1945, PGRI didirikan. Maka, sebagai penghormatan kepada para guru, pemerintah menetapkan hari lahir PGRI tersebut sebagai Hari Guru Nasional dan diperingati setiap tahun.

Sumber: okezone

Studi Banding dari Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

By | Event SD IT Albanna, Event Yayasan Albanna | No Comments

Kegiatan Studi Banding dari Universitas Muhammadiyah Palangkarya.

Pada hari Kamis, 10 Nopember 2016

Bertempat di Griya Qur’an pada pukul 08.30 – 10.30.

Penyambutan didampingi langsung oleh Mashudi, S.Pd., MM. selaku Direktur Pendidikan Albanna School dan ditemani juga dengan guru-guru SD kelas 1 dan 2.

Besar harapan kami bahwa SDIT Albanna semakin maju dan dikenal oleh masyarakat luas. Aamiin..

TALKSHOW PARENTING KE-3

By | Event Albanna, Event Yayasan Albanna | No Comments

Alhamdulilah, Segala Puji bagi Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya untuk kita semua. Kenikmatan yang tiada tara yang Allah telah berikan.

Atas izin Allah kami mengadakan event Talkshow Parenting ke-3 dengan tema “Konsep Pendampingan dan Pengasuhan Buah Hati dengan Nilai-Nilai Islami”.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kelancaran Acara yang kami adakan. Aamiin..

SMA Kota Denpasar Pertahankan Ulangan Umum Terpadu

By | Article Albanna, News Albanna | No Comments

Nilai ujian nasional (UN) memang tidak lagi menjadi penentu kelulusan siswa dari jenjang satuan pendidikan. Kendati begitu, bukan berarti para pengelola pendidikan di Kota Denpasar tidak serius menghadapi UN tersebut.

Guna mempersiapkan siswa SMA menghadapi UN 2016/2017, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Denpasar memutuskan tetap menggelar ulangan umum terpadu mulai 21 hingga 29 November mendatang. Ulangan umum terpadu ini tetap dipertahankan karena hasilnya dinilai merupakan salah satu instrumen penting untuk mendapatkan standarisasi kualitas pendidikan di Kota Denpasar.

Ketua MKKS SMA Kota Denpasar, Drs. Ketut Suyastra, M.Pd., mengatakan, ulangan umum terpadu ini diikuti siswa kelas X, XI dan XII. Pada ulangan umum terpadu kelas X dan XI disediakan dua paket soal yang berbeda. Khusus untuk siswa kelas XII menerapkan lima paket soal berbeda. ‘’Keputusan pelaksanaan ulangan umum terpadu ini berdasarkan hasil keputusan rapat pleno kepala sekolah,’’ ujar Suyastra, Senin (10/10) kemarin.

Kepala SMAN 3 Denpasar ini menambahkan, penyusunan soal ulangan umum terpadu diserahkan kepada guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sehingga didapat soal yang valid dan reliabel. Ia menyebutkan, mata pelajaran yang dijadikan materi ulangan umum terpadu dititikberatkan pada mata pelajaran yang di-UN-kan.

Untuk kelas X dan XI diujikan mata pelajaran sesuai program peminatan. Untuk program IPA meliputi Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi, sedangkan program IPS meliputi Ekonomi, Geografi, Sejarah dan Sosioligi. Khusus untuk kelas XII untuk mata pelajaran wajib yakni Bahasa Indonesia, Matematika dan Bahasa Inggris ditambah mata pelajaran peminatan untuk program IPA meliputi Matematika, Kimia, Biologi dan Fisika, serta Geografi, Ekonomi, Sosiologi dan Sejarah untuk siswa program IPS.

‘’Seluruh materi ulangan umum terpadu mengacu pada Kurikulum 2013. Semua soal disusun sesuai standar isi kurikulum (SIK), serta kompetensi dasar dan standar kelulusan (SKL) dengan tingkat kesulitan mengacu kepada standar soal UN yang ditetapkan oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan),’’ katanya memaparkan.

Suyastra membenarkan, setiap ruang kelas akan ada dua bentuk soal yakni paket I dan II untuk kelas X dan XI serta lima paket soal untuk kelas XII. Namun, bobot atau tingkat kesulitan soal itu tetap sama.

Dikatakan, pemberlakuan pola paket soal berbeda ini guna mempersempit ruang gerak para peserta ujian untuk bekerjasama sehingga siswa yang tidak mempersiapkan diri dengan baik dipastikan akan kesulitan mengerjakan soal-soal ulangan umum. Mereka juga tidak bisa berharap banyak dapat menyontek maupun mendapat suplai jawaban dari rekan-rekannya.

‘’Walaupun ada 2-3 soal yang sama, namun posisi option jawabannya yang berbeda. MKKS SMA sudah menerapkan model ulangan umum terpadu sejak beberapa tahun lalu. Hasilnya, mampu menciptakan iklim persaingan yang sehat antarsiswa, di samping itu ada standarisasi nilai untuk SMA di Denpasar,’’ tegasnya.

Dihubungi terpisah, Kabid Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Supartha, M.Pd., merespon positif komitmen MKKS SMA Kota Denpasar mempertahankan format ulangan umum terpadu. Dikatakan, kebijakan itu jelas akan sangat membantu pihaknya dalam memetakan kualitas pendidikan SMA di seluruh Denpasar.

‘’Selain itu, hasil yang dicapai para siswa juga sangat penting untuk mengetahui kesiapan siswa kelas XII menghadapi UN yang sesungguhnya,’’ pungkas Supartha.

Sumber: DIKNAS

Business Day SDIT Albanna

By | Event SD IT Albanna | No Comments

KTS (Kegiatan Tengah Semester) 1, Tahun Ajaran 2016/2017.
SD IT Albanna mengangkat tema Business Day dimana anak-anak menjual berbagai makanan/cemilan & minuman halal.
Setiap kelas memiliki kelompok untuk berjualan, ini pengalaman baru untuk anak-anak, membuat mereka begitu antusias dan penuh keceriaan.
Lapangan tengah SD IT Albanna menjadi begitu ramai oleh penjual dan pembeli dari berbagai kalangan, guru, orang tua siswa, dan dikalangan anak-anak didik Albanna.
Semoga ini menjadi Semangat untuk anak-anak dalam menjadi Pedagang yang hebat, Pebisnis yang hebat dan tentu saja dibarengi dengan Ketaqwaan terhadap Allah SWT. aamiin..

Prestasi SMPIT Albanna di ajang Young Learners English Olympiad Wonderlearn I/A/L/F Denpasar

By | Event SMP IT Albanna, News Albanna | No Comments

Young Learners English Olympiad Wonderlearn yang diadakan oleh I/A/L/F Education for Development Denpasar.
pada tanggal 1 – 2 Oktober 2016

SMP IT Albanna mengirim 3 Tim yang masing-masing terdiri dari:
Team 1 Kelas 7 Erlangga Rafi Indaryanto, Amanda Wangi Mongan dan Chairunnisa Salsabila Putri
Team 2 Kelas 8 Rifda Nur Aliya, Dhea Putri Erwanda dan Sefi Aprilia Minarti
Team 3 Kelas 9 Annysa Reihan Rydashabrina, Arasty Anis Sukma dan Rr.Aura Trahita Puri

Babak Penyisihan pada hari sabtu tanggal 1 dan babak Grand Final pada tanggal 2

Alhamdulilah
Team 1 Kelas 7 mendapat Juara 3
Team 3 kelas 9 mampu mencapai Grandfinal dan mendapatkan Juara 4
Team 2 Kelas 8 mampu mencapai Semifinal