Author Archive Humas

ByHumas

Hari Santri 2018: Santri Pembangun Negeri

Tak bisa dipungkiri, perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia mengusir kaum imperialis (penjajah) dari tanah air tercintanya tidak lepas dari peranan besar tokoh-tokoh Islam negeri ini. Bahkan, tidak sedikit pemuka agama samawi itu terjun langsung berada di lini depan memimpin perang. Sehingga, tak sedikit pula yang berpulang keharibaan Ilahi Robbi sebagai pahlawan syuhada.

Peranan tokoh-tokoh Islam mengawal perjuangan merebut kemerdekaan hingga mempertahankannya mampu mengamankan akidah Islamiyah penduduk negeri berjuluk Zamrud Di Katulistiwa ini. Padahal, selama hampir empat abad kaum penjajah yang notabene adalah non muslim itu memaksakan budaya serta keyakinan yang mereka anut kepada bangsa yang mayoritas muslimin dan taat terhadap agamanya itu.

Pun, jika kita mundur lebih jauh. Dalam masa sebelum berdirinya bangsa Indonesia, kaum santri sudah turut andil dalam membangun peradaban dan pendidikan masyarakat di Indonesia. Sebut saja peran Walisongo dan santri-santrinya yang telah memberi angin segar bagi majunya peradaban, budaya dan pendidikan di masyarakat. Walisongo dan santri-santrinya telah mengajarkan masyarakat Indonesia tentang kesamaan derajat dan arti pentingnya persatuan dan kesatuan dalam mewujudkan masyarakat yang kuat dan berdaulat.

Ulama’ dan santri adalah dua karakter yang tak terpisahkan dan saling bertautan. Dalam masa sekarang, Dua karakter ini memiliki peran yang sangat besar dalam pembangunan hubungan sosial serta pendidikan di Indonesia.  Maka di tahun 2015 lalu, tanggal 22 Oktober resmi ditetapkan sebagai hari santri nasional dengan adanya Keppres No.22 tahun 2015. Penentuan tanggal 22 Oktober sebegai Hari Santri ini merujuk pada sejarah di tanggal yang sama tahun 1945 lalu. Ketika itu, KH. Hasyim Asy’ari -Ketua Umum serta Pendiri salah satu ormas islam di Indonesia yaitu NU- mengumpulkan ratusan elite kyai dan santri dari seluruh daerah untuk merespon agresi militer Belanda kedua. Dalam musyawarah itu lahirlah fatwa resolusi jihad oleh KH. Hasyim Asy’ari. Resolusi itu memuat seruan bahwa setiap Muslim wajib memerangi penjajah. Para pejuang yang gugur dalam peperangan melawan penjajah pun dianggap mati syahid.

Itulah secuil sejarah peran santri dalam pembangunan bangsa Indonesia. Maka sebagai pelajar islam, kita patut bangga menjadi seorang “santri”. Mewariskan semangat pendahulu kita untuk terus memajukan bangsa Indonesia.

Selamat Hari Santri Nasional 2018!!

 

ByHumas

Kegiatan Tengah Semester 1 SD Albanna

Hai, Sobat Albanna..

Tanggal 1 – 3 Oktober 2018 lalu, SD Albanna mengadakan Kegiatan Tengah Semester 1. Agenda ini adalah agenda rutin tiap semester yang tercantum dalam kurikulum SD Albanna yang diselenggarakan setelah Penilaian Tengah Semester (Mid Semester). KTS ini selalu dikemas dengan berbagai macam kegiatan menarik dan tentunya juga memiliki unsur pembelajaran untuk siswa dan siswi SD Albanna. Kali ini, Agenda ini diisi dengan 4 macam kegiatan. Apa saja?

  • Cinta Sholat

Sesuai dengan namanya, Kegiatan ini berisi materi dan praktik tentang ibadah sholat. Dalam kesempatan ini, Ust.H.Rosyid Ridho, S.Pd. diundang sebagai narasumber. Cinta Sholat ini dimaksudkan untuk me-refresh dan menambah pengetahuan serta mengevaluasi aktifitas ibadah siswa dan siswi khususnya ibadah sholat.

Kenapa sholat? bukan puasa,haji atau yang lainnya? Karena sholat adalah amal pertama yang akan dihitung dalam perjalanan hisab seorang manusia di alam akhirat dan merupakan pondasi pengukur akan kebaikan dan keburukan seluruh amal seorang manusia. Kegiatan ini dilaksanakan secara bergilir pada tanggal 1 dan 2 Oktober oleh seluruh siswa dan siswi SD Albanna.

  • Gardening (Menghias Kerajinan)

Dalam kegiatan ini, siswa dan siswi diajak untuk bersikap peduli terhadap lingkungan. Salah satunya dengan bercocok tanam dan menghias kebun sekitar sekolah. Acara ini hanya diikuti oleh siswa-siswi kelas 4 – 6.

  • Cooking Day

Jika Gardening hanya diperuntukkan siswa dan siswi kelas 4-6, maka kegiatan satu ini khusus untuk adik-adik kelas mereka yaitu kelas 1-3. Acara masak-memasak ini dilakukan di kelas masing-masing. Dengan bantuan dan pantuan guru kelasnya, anak-anak diinspirasi untuk membuat ataupun menghias berbagai jenis makanan dan minuman.

  • Outing Class

Inilah kegiatan yang hampir selalu dinanti-nantikan siswa dan siswi dalam kegiatan KTS. Kenapa? Karena dalam kegiatan ini, mereka bisa mengeksplor pengetahuan dan kesenangan mereka di luar kelas. Semua jenjang kelas paralel memiliki tujuan kegiatan serta lokasi berpergian berbeda-beda. Dan itu ditentukan dalam musyawarah tiap satuan paralel. Kegiatan ini secara serentak dilaksanakan pada tanggal 3 Oktober dengan rincian tujuan:
1. Kelas 1 : Bali Fun World

2. Kelas 2 : Kebun Raya Bedugul

3. Kelas 3 : Taman Kupu-Kupu dan Bukit Jati Waterboom

4. Kelas 4 : POD di Mengwi

5. Kelas 5 : Dreamland Waterpark

6. Kelas 6 : Agrowisata Ulat Sutra

Seru dan menyenangkan bukan?

Semoga ilmu dan pengalaman yang didapat oleh siswa dan siswi selama Kegiatan Tengah Semester memberikan dampak positif terhadap perjalanan pembelajaran siswa dan siswi di SD Albanna. ^^

ByHumas

Pelatihan Manajemen Kelas Sekolah Albanna

Dua hari sebelum Talkshow Parenting, Management Sekolah Albanna juga mengadakan Pelatihan Manajemen Kelas. Training ini diperuntukkan seluruh guru mulai dari unit PAUD-TK sampai SMA Albanna. Acara ini dilaksanakan selama dua hari, 21/09 untuk Guru SMP dan SMA, lalu tanggal 22/09 untuk Guru PAUD-TK dan SD di Griya Qur’an Sekola Albanna.

Acara Pelatihan yang dinarasumberi oleh Bapak Ruli Renata, S.Pd ini diikuti secara antusias oleh Bapak dan Ibu Guru Sekolah Albanna. Beliau berbagi pengalaman, teori dan tips dalam proses pembelajaran peserta didik, serta berdiskusi membahas permasalahan-permasalahan yang umum terjadi dalam dunia pendidikan.

Ustadz Ruli Renata adalah asesor SDM BNSP, Head of National Network Development Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dan KABID Kerja Sama Internasional Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT). Beliau telah mengunjungi 34 Provinsi di seluruh Indonesia baik sebagai narasumber maupun dalam kegiatan sosial dan juga aktif di kepengurusan berbagai organisasi Regional maupun Nasional. Sebagai pendidik pun beliau memiliki beberapa lembaga pendidikan di kediri, salah satunya Rumah Tahfidz Balita At Tashdiq.

Training Manajemen Kelas merupakan kegiatan rutin Sekolah Albanna untuk me-refresh dan menambah khazanah serta ilmu Bapak dan Ibu Guru dalam proses pendidikan siswa dan siswi di lingkungan Sekolah Albanna.

Galeri Foto

 

ByHumas

Talkshow Parenting : Menyiapkan Generasi Unggul di Zamannya

Minggu lalu, tepatnya tanggal 23 September 2018, Sekolah Albanna telah mengadakan acara talkshow parenting. Bertempat di Aula Hotel Oranjje Denpasar, Sekolah Albanna mengundang Bapak Ruli Renata, S.Pd dari Kediri dan Ustadz Nur Asyur Shata dari Jimbaran, Badung. Talkshow ini diikuti oleh lebih dari 300 wali murid mulai dari TK hingga SMA yang secara khusus diperuntukkan bagi wali murid baru tahun ajaran 2018-2019.

Dengan mengusung tema dasar “Mempersiapkan Generasi Unggul di Zamannya”, Parenting kali ini diharapkan mampu memberikan pemahaman lebih baik dalam berkeluarga, utamanya dalam mendidik buah hati sehingga pada prosesnya dapat bersinergi dengan pola pendidikan di Sekolah Albanna.

Orang yang beriman adalah orang yang mempersiapkan masa depan. Dan mempersiapkan masa depan pasti ada sebuah perencanaan. Akan sangat mengkhawatirkan jika sebagai orang tua tidak tau akan kemana keluarga di bawa. Sebagai orang tua jangan pernah ingin anak baik jika orang tua tidak baik, seperti pepatah mengatakan cabang tidak akan tumbuh baik jika akarnya tidak baik. Pondasi utama kepribadian anak adalah keluarga. Zaman sekarang berbeda dengan zaman dulu jadi tidak sesuai jika membandingkan pendidikan zaman dulu dan zaman sekarang. Seperti Qoul yang disampaikan oleh ‘Ali bin Abi Thalib, “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu”.

Tantangan mendidik buah hati di era digital ini semakin berat. Bukan disebabkan oleh perkembangan teknologinya, akan tetapi efek sosial dan gaya hidup akibat perkembangan teknologinya. Sehingga, pemahaman dan sinergitas pola pendidikan anak di rumah maupun di sekolah menjadi hal yang mutlak untuk pendidikan yang berkualitas. Maka dalam talkshow kali ini, narasumber berbaur dengan wali murid baru Sekolah Albanna untuk membahas dan mendiskusikan tentang teori dan kiat-kiat mendidik buah hati.

Ustadz Ruli Renata adalah asesor SDM BNSP, Head of National Network Development Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dan KABID Kerja Sama Internasional Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT). Beliau telah mengunjungi 34 Provinsi di seluruh Indonesia baik sebagai narasumber maupun dalam kegiatan sosial dan juga aktif di kepengurusan berbagai organisasi Regional maupun Nasional. Sebagai pendidik pun beliau memiliki beberapa lembaga pendidikan di kediri, salah satunya Rumah Tahfidz Balita At Tashdiq.

Ustadz Nur Asyur Shata, Beliau adalah tokoh agama di denpasar dan sekitarnya. Sebagai lulusan Ma’had Darul Hikmah Lampung dan Ma’had ‘Aliy Bangil, Ust. Nur Asyur telah berkecimpung di dunia pendidikan islam dan dakwah di Bali dalam waktu yang sangat lama. Beliau juga rutin memberikan konseling kepada keluarga-keluarga dan aktif sebagai Sekretaris IKADI Bali.

Acara Parenting ini merupakan agenda rutin Sekolah Albanna sebagai bentuk kepedulian dan sinergitas antara pola asuh anak di rumah dan pendidikan di sekolah. Sehingga pada akhirnya berpengaruh pada hasil pendidikan akademis maupun karakter yang selaras dengan visi dan misi Sekolah Albanna.

Galeri Foto

ByHumas

Sejarah Singkat Kesunnahan Puasa ‘Asyura dan Tasu’a

Masih di awal tahun baru hijriyah 1440, di bulan Muharram, umat muslim diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk menambah nilai pahala dan ketakwaan dengan berpuasa pada 9 dan 10 Muharram, atau yang lebih dikenal dengan puasa tasu’a dan ‘asyura. Sama-sama menggunakan ‘adad tartibiy (hitungan bertingkat), lafadz tasu’a memiliki makna ke-sembilan, dan ‘asyura bermakna ke-sepuluh.

Dalam beberapa riwayat sejarah, banyak peristiwa besar terjadi di hari ke-sepuluh Muharrom. Di antaranya disebutkan sebagai berikut: (1) Nabi Adam ‘alaihissalam bertobat kepada Allah dari dosa-dosanya dan tobat tersebut diterima oleh-Nya. (2) Berlabuhnya kapal Nabi Nuh di bukit Zuhdi dengan selamat, setelah dunia dilanda banjir yang menghanyutkan dan membinasakan. (3) Selamatnya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dari siksa Namrud, berupa api yang membakar. (4) Nabi Yusuf ‘alaihissalam dibebaskan dari penjara Mesir karena terkena fitnah. (5) Nabi Yunus ‘alaihissalam selamat, keluar dari perut ikan hiu. (6) Nabi Ayyub ‘alaihissalam disembuhkan Allah dari penyakitnya yang menjijikkan. (7) Nabi Musa ‘alaihissalam dan umatnya kaum Bani Israil selamat dari pengejaran Fir’aun di Laut Merah. Beliau dan umatnya yang berjumlah sekitar lima ratus ribu orang selamat memasuki gurun Sinai untuk kembali ke tanah leluhur mereka, dan peristiwa ini menjadi alasan kaum Yahudi berpuasa ‘asyura.

Dalam perjelanannya, tidak serta merta Rasulullah SAW menganjurkan puasa ini ke seluruh umatnya. Pada awalnya di Makkah, kaum Quraisy di masa jahiliyyah terbiasa puasa ‘asyura. termasuk Rasulullah SAW. Diriwayatkan, ‘Aisyah menuturkan: “Dahulu orang Quraisy berpuasa A’syuro pada masa jahiliyyah. Dan Nabi-pun berpuasa ‘Asyura pada masa jahiliyyah. Tatkala beliau hijrah ke Madinah, beliau tetap puasa ‘Asyura dan memerintahkan manusia juga untuk berpuasa. Ketika puasa Ramadhon telah diwajibkan, beliau berkata: “Bagi yang hendak puasa silakan, bagi yang tidak puasa, juga tidak mengapa” (HR. Bukhari, No: 1489; Muslim, No: 1987).

Kemudian ketika Rasulullah tiba di Madinah, Beliau melihat orang Yahudi pun berpuasa di tanggal 10 bulan Muharram.  Ibnu Abbas berkata: “Nabi tiba di Madinah dan dia mendapati orang-orang Yahudi sedang berpuasa A’syuro. Nabi bertanya: “Puasa apa ini?” Mereka menjawab: “Hari ini adalah hari yang baik, hari dimana Allah telah menyelamatkan Bani Israil dari kejaran musuhnya, maka Musa berpuasa sebagai rasa syukurnya kepada Allah. Dan kami-pun ikut berpuasa. Nabi berkata: “Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian”. Akhirnya Nabi berpuasa dan memerintahkan manusia untuk berpuasa.

Lalu, bagaimana dengan tanggal 9 atau tasu’a? Hingga pada akhirnya, Rasulullah SAW memerintahkan untuk tidak hanya puasa pada hari A’syuro saja, namun juga menyertakan hari sebelumnya yaitu tanggal 9 (Tasu’a) agar berbeda dengan puasanya orang Yahudi. Dalam sebuah riwayat, Ibnu Abbas berkata: “Ketika Nabi puasa A’syuro dan beliau juga memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa. Para sahabat berkata: “Wahai Rasululloh, hari Asyura adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashoro!! Maka Rasululloh berkata: “Kalau begitu, tahun depan Insya Allah kita puasa bersama tanggal sembelilannya juga”. Ibnu Abbas berkata: “Belum sampai tahun depan, beliau sudah wafat terlebih dahulu” (HR.Muslim: 1134)

Dengan dasar sejarah dan riwayat ini, maka kita sebagai umat islam masa ini, hendaknyalah melestarikan sunnah Rasulullah ini, selain sebagai tambahan nilai pahala yang besar juga sebagai syiar dan pendidikan untuk kemajuan generasi islam saat ini maupun di masa mendatang.

Selamat berpuasa!

ByHumas

Visitasi BAN-SM dalam rangka Akreditasi ke-2 SDIT Albanna

Sekolah merupakan suatu  lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran (menurut KBBI). Sebuah sekolah akan bermutu jika memiliki pengakuan dan penilaian dari beberapa pihak yang berwenang yang sering kita dengar dengan proses akreditasi sekolah/madrasah. Demi untuk meningkatkan mutu dan berproses menjadi sekolah unggul, maka SDIT Albanna yang menjadi salah satu unit pendidikan di Sekolah Albanna menggelar kegiatan visitasi oleh Badan Akreditasi Nasional untuk Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) dalam proses akreditasi sekolah. Gawe besar ini telah dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 03-04 September 2018 dengan assessor dari BAN-S/M Provinsi Bali yaitu Bapak I Nengah Arcana, S.Pd.SD, M.Pd. dan I Ketut Purna, S.Pd.

Selama sebulan terakhir, Tim Panitia Akreditasi SDIT Albanna bersama seluruh dewan guru bekerja keras dan saling bahu-membahu menyiapkan dan menyelesaikan berbagai kelengkapan dan instrumen persyaratan akreditasi. Proses visitasi ini sendiri dilakukan dengan tahapan-tahapan.  Tahapan pertama, wawancara dan penilaian tentang Standar Nasional Pendidikan yang terdiri dari 9 aspek, yaitu : Standar Isi, Standar Proses, Standar Kelulusan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan dan Standar Penilaian.  Tahapan ini digelar sehari penuh pada Senin, 03 September 2018. Kemudian di hari kedua, ada penilaian tentang proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas-kelas.

Sebelumnya, SDIT Albanna telah melaksanakan akreditasi yang pertama pada tahun 2013 dan mendapatkan predikat yang sangat memuaskan yaitu A. Dengan pengertian, SDIT Albanna telah memenuhi dan melaksanakan proses pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidkan dengan sangat baik.

Kelancaran dan kesiapan dalam proses akreditasi kali ini juga mendapat dukungan dan bimbingan dari konsultan yaitu Bapak Drs. Nyoman Suka Jaya, M.M dan Pengawas Gugus, Ibu Dra. Ni Wayan Pinti Hariawati, M.Pd yang memimpin simulasi akreditasi 3 hari sebelumnya.

Program akreditasi sekolah ini diperbarui setiap 5 tahun sekali. Tujuan Pemerintah melakukan akreditasi adalah untuk menilai kelayakan program atau satuan pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional secara bertahap, terencana  dan terukur sesuai Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional BAB XVI Bagian Kedua Pasal 60 tentang Akreditasi. Maka dalam hal ini, Pemerintah menetapkan Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) dengan Peraturan Mendiknas Nomor 29 Tahun 2005 yang merupakan badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program atau satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah jalur formal dengan mengacu pada standar  nasional pendidikan.

Semoga akreditasi kali ini mendapatkan nilai yang lebih baik sebagai bentuk penghargaan dan acuan kinerja pendidikan di SDIT Albanna, umumnya pada Sekolah Albanna secara keseluruhan.

Galeri Visitasi BAN-SM

Hari Pertama, Senin 03 September 2018

Hari Kedua, Selasa 04 September 2018

ByHumas

Lowongan Kerja Guru dan Staff Sekolah Albanna

Demi meningkatkan kualitas pendidikan dan manajemen Albanna School, kami membuka kesempatan bagi Anda yang memiliki passion dan talenta untuk bergabung dan berkembang bersama team Kami.

Formasi yang dibutuhkan :

1. Guru Olah Raga (Perempuan) untuk SMP dan SMA
2. Guru Al Qur’an
3. Staff Koperasi

🏅 KUALIFIKASI

a. Wanita (Guru Olahraga)
b. Pria/Wanita (No. 2 & 3)
c. Mampu bekerja dalam tim.
d. Memiliki motivasi yang tinggi
e. Memiliki sikap yang baik
f.  Memiliki pengalaman mengajar al qur’an (No. 2)
g. Mampu mengoperasikan komputer
h. Tidak merokok
i.  Memenuhi kriteria pendidikan sebagai berikut:

  • Min. S1 pendidikan olahraga (no.1)
  • Min. SMA (no. 2 dan 3)

Jika Anda termasuk dari yang disebutkan di atas dan tertarik untuk menjadi bagian dari Kami, kirimkan lamaran Anda ke kantor kami atau via email.

Office :
Jalan Tukad Teh Ho 3, No.16, Denpasar Timur, Telp. (0361) 236444.

Email :
info@albanna.sch.id

 

ByHumas

Qurban Tanda Cinta: Cinta Allah, Cinta Sesama

ضَحَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ قَالَ وَرَأَيْتُهُ يَذْبَحُهُمَا بِيَدِهِ وَرَأَيْتُهُ وَاضِعًا قَدَمَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا قَالَ وَسَمَّى وَكَبَّرَ

Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam berkurban dengan dua ekor kambing kibasy putih yang telah tumbuh tanduknya. Anas berkata : “Aku melihat beliau menyembelih dua ekor kambing tersebut dengan tangan beliau sendiri. Aku melihat beliau menginjak kakinya di pangkal leher kambing itu. Beliau membaca basmalah dan takbir” (HR. Bukhari no. 5558 dan Muslim no. 1966).

Alhamdulillah, Puji Syukur kepada Allah SWT yang melimpahkan nikmat iman dan kebahagiaan kepada seluruh umat islam di penjuru dunia dalam suasana “Idul Adha Mubarak”, tak terkecuali Keluarga Besar Sekolah Albanna dan masyarkat sekitar. Sehari setelah pelaksanaan sholat ‘Idul Adha, yaitu pada Kamis, 23 Agustus 2018 M/11 Dzulhijjah 1439 H, Sekolah Albanna yang didukung oleh Dompet Sosial Madani Bali melaksanakan pemotongan dan pembagian hewan kurban. Bertempat di kawasan Sekolah Albanna, acara ini dihadiri oleh seluruh guru, pegawai, osis SMP dan SMA, maupun masyarakat sekitar.

Tahun ini, Sekolah Albanna menerima total hewan kurban sebanyak 69 ekor, dengan rincian kambing 63 ekor, dan sapi 6 ekor. Pelaksanaan pemotongan dimulai pukul 07.15 WITA. Seluruh guru, pegawai, dan masyarakat sekitar turut bergotong-royong melaksanakan segala proses pemotongan hingga penyaluran. Penyaluran daging kurban dilakukan secara merata kepada pengkurban, guru dan pegawai, masyarakat sekitar, juga melalui DSM yang menyalurkan ke pelosok-pelosok daerah.

Hari raya ‘Idul Adha merupakan salah satu hari raya terbesar umat islam, bahkan lebih besar dari ‘Idul Adha. Kenapa? Karena berkenaan dengan pelaksanaan ibadah haji seluruh umat islam di dunia serta adanya ibadah udhiyah (kurban). Tak diragukan lagi, udhiyah adalah bentuk ibadah pada Allah dan pendekatan diri pada-Nya, juga dalam rangka mengikuti ajaran Nabi kita Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam- yang tesambung dari sejarah besar dari Nabi Ibrahim AS. Kaum muslimin sesudah beliau pun melestarikan ibadah mulia ini yang telah menjadi bagian dari syari’at Islam.

Kegiatan ini diakhiri dengan santap siang bersama seluruh pihak yang terlibat dalam proses udhiyah ini.

Semoga Allah SWT menerima kurban yang telah dikeluarkan, dan melimpahkan pahala yang besar kepada pengkurban, serta semua yang turut terlibat dengan niatan fi sabilillah dan harapan ridho Allah. Semoga Allah SWT menerima ibadah haji seluruh umat islam tahun ini dan menjadikannya haji yang mabrur. Aamiin.

ByHumas

Workshop Neurosains bersama Dr. Anne Gracia

We worry about what a child will become tomorrow,
yet we forget that he is someone today.
-Stacia Tauscher-

Pendidikan anak di usia dini sangatlah penting untuk dipahami. Bagaimana tidak, di masa ini banyak orang tua telah “menyibukkan” buah hatinya dengan berbagai kegiatan dengan ekspektasi tinggi yang dibebankan kepadanya. Namun seringkali tahapan-tahapan dasar dalam tumbuh kembangnya terlewatkan dengan kesibukan atau aktifitas belajar yang tidak proporsional di usianya.

Tentu saja, keinginan setiap orang tua adalah memiliki anak yang cerdas, sehingga dapat melalui masa-masa belajar dengan lancar. Sehingga berbagai upaya dilakukan orang tua untuk mencapai target tersebut, antara lain menambah jam belajar anak dan memilihkan sekolah yang terbaik menurut orang tua. Namun sekali lagi, upaya tersebut seringkali tidak membawa hasil yang sesuai degan keinginan orang tua. Masih saja ditemui anak-anak yang lambat dalam belajar, kurang daya juangnya, tidak disiplin menjalankan aktivitas harian mereka dan banyak lagi masalah yang dijumpai dalam pendidikan anak. Tak terkecuali peran guru di dalamnya, khususnya guru untuk usia dini. Kerap kali ditemukan di lembaga-lembaga pendidikan usia dini maupun TK, anak-anak yang masih belum matang tingkat emosional dan kinerja otak di usianya. Sehingga membuat para guru pun sedikit lebih sibuk menghadapi anak didik seperti itu, dan secara tidak langsung terlibat tidak hanya dalam perkembangan otaknya, tetapi juga pertumbuhan fisik anak yang merupakan tupoksi dari orang tua, bukan guru.

Maka dalam upaya untuk meningkatkan kualitas serta pemahaman proses perkembangan otak anak, Guru PAUD, TK dan SD kelas 1-3 Sekolah Albanna menyelenggarakan Workshop Pendampingan Tumbuh Kembang Anak Berbasis Kinerja Otak pada hari Rabu, 15 Agustus 2018 lalu. Bertempat di aula TK Albanna, Sekolah Albanna mendatangkan praktisi Neurosains Terapan Dr. Anne Gracia dari Neurokinestetik.

Dalam kalimat pembukaanya, Dr. Anne Gracia menganalogikan bahwa pendidikan usia dini(pra-TK, maupun TK) adalah seperti memproduksi kendaraan, dengan harapan inputnya adalah mesin, baut, tools dan aksesoris lainnya buatan pabrik yang belum terakit. Kemudian dirakit/diproduksi(outputnya) menjadi kendaraan yang siap pakai. Namun, fakta yang terjadi di sekolah adalah yang diterima bukanlah mesin, baut, atau aksesoris lainnya yang sudah cetakan pabrik, melainkan masih dalam wujud biji besi, yang masih panjang proses pengolahannya sehingga menjadi mesin, baut dsb. Sehingga dengan analogi tersebut, masih banyak terjadi anak-anak yang belum matang secara kinerja otak dan orang tuanya tidak memahaminya namun sudah disekolahkan di pendidikan usia dini, yang kemudian pada prosesnya guru-guru yang terlibat ikut dalam tanggung jawab tumbuh kembang anak secara keseluruhan. Beliau menekankan bahwa tupoksi guru adalah membantu pada tahapan tumbuh kembang otak sebagai alat utama pembelajaran dan emosional pergaulan.

Lebih lanjut, Dr. Anne menyatakan bahwa teori ini mengkhususkan diri untuk dapat membantu orang tua serta guru mengetahui secara spesifik profil kematangan anak. “Kita bisa lihat kematangan anak dari sudut pandang kematangan otak dan syaraf, kemampuan tiap anak akan berbeda-beda,” tuturnya. Perbedaan kemampuan itulah yang dapat digunakan sebagai tolak ukur para pendamping anak untuk mampu menyusun aktivitas agar bisa menyeimbangkan kemampuannya.

Workshop ini berjalan dengan antusiasme yang tinggi dari para guru Sekolah Albanna walaupun hanya dengan waktu yang singkat dari pukul 13.00 hingga 17.30 sore. Acara ini juga dihadiri oleh Direktur Pendidikan Sekolah Albanna, Mashudi, S.Pd, MM. yang turut memberikan prakata di awal acara.

Semoga workshop ini memberikan manfaat yang besar untuk proses pendidikan di Sekolah Albanna, dan khususnya untuk pribadi para guru.

foto bersama guru dan Dr. Anne Gracia

ByHumas

Sekolah Albanna Menyambut Hari Pramuka 2018

Kami
Pramuka Indonesia
Manusia Pancasila
Satyaku kudarmakan
Darmaku kubaktikan
Agar jaya Indonesia
Indonesia
Tanah airku
Kami jadi pandumu

-Hymne Pramuka-

Salam Pramuka!!!

Setelah diresmikan kelahirannya pada 14 Agustus 1961, hari ini Gerakan Pramuka telah menginjak usia ke-57. Pada hari ini, hampir seluruh siswa-siswi di sekolah di Indonesia mengenakan atribut pramuka, secara khusus Sekolah Albanna tercinta. Nuansa coklat membaur luas di sekitaran sekolah Albanna.

Semakin menambah keistimewaan hari ini, kakak-kakak dari dewan ambalan SMA Albanna pagi ini hadir lebih pagi guna menyambut kehadiran teman, maupun adik kelasnya. tak hanya menyambut, mereka juga turut mebantu dan menertibkan lalu lintas di sekitar Sekolah Albanna.

Sekolah Albanna, adalah sekolah yang memberikan perhatian besar terhadap pendidikan pramuka. Dengan jenjang unit pendidikan hingga menengah atas, jenjang level pramuka pun lengkap tersedia mulai dari siaga, penggalang hingga penegak. Beberapa prestasi pernah diraih mulai dari Lomba Tingkat 1 hingga 2 dan selalu ikut serta dalam tiap Jambore Nasional komunitas SIT oleh adik-adik penggalang Sekolah Albanna. Tak hanya prestasi dari sekolah saja, beberapa adik-adik dari penggalang maupun penegak pernah mengikuti PRINT (Perkemahan Internasional) di beberapa negara di Asia Tenggara.

Pendidikan pramuka merupakan pendidikan yang berbasis utama pada pendidikan karakter. Dengan makna dari Dasa Dharma Pramuka yang berisi 10 karakter luhur, para anggota pramuka diharapkan mampu menjadi generasi emas, berbudi luhur, penuh talenta dan kepedulian terutama kepada Bangsa dan Tanah Air.

“untuk membentuk karakter siswa-siswi sekolah itu ya berangkatnya dari jalan pramuka, selain juga karena pramuka sudah menjadi ektrsa wajib bagi sekolah-sekolah.” jelas IGN Gede Eka Wahyu, S.Ked. selaku Pembina Senior di Sekolah Albanna sekaligus Pimpinan Satuan Komunitas Daerah (PINSAKODA) JSIT.

Gerakan Pramuka sendiri seperti dikutip di situs Wikipedia bahwa dalam sejarahnya, Gerakan Pramuka atau Kepanduan di Indonesia sejatinya telah dimulai sejak tahun 1923 yang ditandai berdirinya Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung dan Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO) di Jakarta yang keduanya merupakan cikal bakal kepanduan di Indonesia dengan sejarahnya yang panjang setelahnya. Hingga pada 14 Agustus 1961, dimulai dengan pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, maka ditetapkanlah hari tersebut sebagai HARI PRAMUKA.

Semoga di masa mendatang Pramuka semakin Jaya, melahirkan banyak generasi hebat berkarakter yang turut membangun Negeri ini dengan karya dan pengabdiannya dan aspek utama PEREKAT NKRI.

Selamat HARI PRAMUKA!!

Kami Bangga Jadi Pramuka!!

Salam Praja Muda Karana!!!