Category Archive Article Albanna

ByYayasan Albanna

Pengumuman Hasil Seleksi SD tahun 2019-2020

Assalamualaikum

Berikut pengumuman hasil seleksi calon peserta didik baru SD IT Albanna tahun ajaran 2019-2020.

ByYayasan Albanna

Jadwal Tes Peserta Didik Baru SMP IT Albanna 2019

Ayah Bunda, silahkan lihat dan amati jadwal tes berdasarkan nomor formulir. Berikut ini jadwal tes peserta didik baru tingkat SMP di Sekolah Albanna, silahkan dilihat dan bisa juga didownload. Semoga bermanfaat, jika ada pertanyaan silahkan menghubungi call center kami di 0818418444

ByHumas

Hari Santri 2018: Santri Pembangun Negeri

Tak bisa dipungkiri, perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia mengusir kaum imperialis (penjajah) dari tanah air tercintanya tidak lepas dari peranan besar tokoh-tokoh Islam negeri ini. Bahkan, tidak sedikit pemuka agama samawi itu terjun langsung berada di lini depan memimpin perang. Sehingga, tak sedikit pula yang berpulang keharibaan Ilahi Robbi sebagai pahlawan syuhada.

Peranan tokoh-tokoh Islam mengawal perjuangan merebut kemerdekaan hingga mempertahankannya mampu mengamankan akidah Islamiyah penduduk negeri berjuluk Zamrud Di Katulistiwa ini. Padahal, selama hampir empat abad kaum penjajah yang notabene adalah non muslim itu memaksakan budaya serta keyakinan yang mereka anut kepada bangsa yang mayoritas muslimin dan taat terhadap agamanya itu.

Pun, jika kita mundur lebih jauh. Dalam masa sebelum berdirinya bangsa Indonesia, kaum santri sudah turut andil dalam membangun peradaban dan pendidikan masyarakat di Indonesia. Sebut saja peran Walisongo dan santri-santrinya yang telah memberi angin segar bagi majunya peradaban, budaya dan pendidikan di masyarakat. Walisongo dan santri-santrinya telah mengajarkan masyarakat Indonesia tentang kesamaan derajat dan arti pentingnya persatuan dan kesatuan dalam mewujudkan masyarakat yang kuat dan berdaulat.

Ulama’ dan santri adalah dua karakter yang tak terpisahkan dan saling bertautan. Dalam masa sekarang, Dua karakter ini memiliki peran yang sangat besar dalam pembangunan hubungan sosial serta pendidikan di Indonesia.  Maka di tahun 2015 lalu, tanggal 22 Oktober resmi ditetapkan sebagai hari santri nasional dengan adanya Keppres No.22 tahun 2015. Penentuan tanggal 22 Oktober sebegai Hari Santri ini merujuk pada sejarah di tanggal yang sama tahun 1945 lalu. Ketika itu, KH. Hasyim Asy’ari -Ketua Umum serta Pendiri salah satu ormas islam di Indonesia yaitu NU- mengumpulkan ratusan elite kyai dan santri dari seluruh daerah untuk merespon agresi militer Belanda kedua. Dalam musyawarah itu lahirlah fatwa resolusi jihad oleh KH. Hasyim Asy’ari. Resolusi itu memuat seruan bahwa setiap Muslim wajib memerangi penjajah. Para pejuang yang gugur dalam peperangan melawan penjajah pun dianggap mati syahid.

Itulah secuil sejarah peran santri dalam pembangunan bangsa Indonesia. Maka sebagai pelajar islam, kita patut bangga menjadi seorang “santri”. Mewariskan semangat pendahulu kita untuk terus memajukan bangsa Indonesia.

Selamat Hari Santri Nasional 2018!!

 

ByHumas

Pelatihan Manajemen Kelas Sekolah Albanna

Dua hari sebelum Talkshow Parenting, Management Sekolah Albanna juga mengadakan Pelatihan Manajemen Kelas. Training ini diperuntukkan seluruh guru mulai dari unit PAUD-TK sampai SMA Albanna. Acara ini dilaksanakan selama dua hari, 21/09 untuk Guru SMP dan SMA, lalu tanggal 22/09 untuk Guru PAUD-TK dan SD di Griya Qur’an Sekola Albanna.

Acara Pelatihan yang dinarasumberi oleh Bapak Ruli Renata, S.Pd ini diikuti secara antusias oleh Bapak dan Ibu Guru Sekolah Albanna. Beliau berbagi pengalaman, teori dan tips dalam proses pembelajaran peserta didik, serta berdiskusi membahas permasalahan-permasalahan yang umum terjadi dalam dunia pendidikan.

Ustadz Ruli Renata adalah asesor SDM BNSP, Head of National Network Development Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dan KABID Kerja Sama Internasional Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT). Beliau telah mengunjungi 34 Provinsi di seluruh Indonesia baik sebagai narasumber maupun dalam kegiatan sosial dan juga aktif di kepengurusan berbagai organisasi Regional maupun Nasional. Sebagai pendidik pun beliau memiliki beberapa lembaga pendidikan di kediri, salah satunya Rumah Tahfidz Balita At Tashdiq.

Training Manajemen Kelas merupakan kegiatan rutin Sekolah Albanna untuk me-refresh dan menambah khazanah serta ilmu Bapak dan Ibu Guru dalam proses pendidikan siswa dan siswi di lingkungan Sekolah Albanna.

Galeri Foto

 

ByHumas

Talkshow Parenting : Menyiapkan Generasi Unggul di Zamannya

Minggu lalu, tepatnya tanggal 23 September 2018, Sekolah Albanna telah mengadakan acara talkshow parenting. Bertempat di Aula Hotel Oranjje Denpasar, Sekolah Albanna mengundang Bapak Ruli Renata, S.Pd dari Kediri dan Ustadz Nur Asyur Shata dari Jimbaran, Badung. Talkshow ini diikuti oleh lebih dari 300 wali murid mulai dari TK hingga SMA yang secara khusus diperuntukkan bagi wali murid baru tahun ajaran 2018-2019.

Dengan mengusung tema dasar “Mempersiapkan Generasi Unggul di Zamannya”, Parenting kali ini diharapkan mampu memberikan pemahaman lebih baik dalam berkeluarga, utamanya dalam mendidik buah hati sehingga pada prosesnya dapat bersinergi dengan pola pendidikan di Sekolah Albanna.

Orang yang beriman adalah orang yang mempersiapkan masa depan. Dan mempersiapkan masa depan pasti ada sebuah perencanaan. Akan sangat mengkhawatirkan jika sebagai orang tua tidak tau akan kemana keluarga di bawa. Sebagai orang tua jangan pernah ingin anak baik jika orang tua tidak baik, seperti pepatah mengatakan cabang tidak akan tumbuh baik jika akarnya tidak baik. Pondasi utama kepribadian anak adalah keluarga. Zaman sekarang berbeda dengan zaman dulu jadi tidak sesuai jika membandingkan pendidikan zaman dulu dan zaman sekarang. Seperti Qoul yang disampaikan oleh ‘Ali bin Abi Thalib, “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu”.

Tantangan mendidik buah hati di era digital ini semakin berat. Bukan disebabkan oleh perkembangan teknologinya, akan tetapi efek sosial dan gaya hidup akibat perkembangan teknologinya. Sehingga, pemahaman dan sinergitas pola pendidikan anak di rumah maupun di sekolah menjadi hal yang mutlak untuk pendidikan yang berkualitas. Maka dalam talkshow kali ini, narasumber berbaur dengan wali murid baru Sekolah Albanna untuk membahas dan mendiskusikan tentang teori dan kiat-kiat mendidik buah hati.

Ustadz Ruli Renata adalah asesor SDM BNSP, Head of National Network Development Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dan KABID Kerja Sama Internasional Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT). Beliau telah mengunjungi 34 Provinsi di seluruh Indonesia baik sebagai narasumber maupun dalam kegiatan sosial dan juga aktif di kepengurusan berbagai organisasi Regional maupun Nasional. Sebagai pendidik pun beliau memiliki beberapa lembaga pendidikan di kediri, salah satunya Rumah Tahfidz Balita At Tashdiq.

Ustadz Nur Asyur Shata, Beliau adalah tokoh agama di denpasar dan sekitarnya. Sebagai lulusan Ma’had Darul Hikmah Lampung dan Ma’had ‘Aliy Bangil, Ust. Nur Asyur telah berkecimpung di dunia pendidikan islam dan dakwah di Bali dalam waktu yang sangat lama. Beliau juga rutin memberikan konseling kepada keluarga-keluarga dan aktif sebagai Sekretaris IKADI Bali.

Acara Parenting ini merupakan agenda rutin Sekolah Albanna sebagai bentuk kepedulian dan sinergitas antara pola asuh anak di rumah dan pendidikan di sekolah. Sehingga pada akhirnya berpengaruh pada hasil pendidikan akademis maupun karakter yang selaras dengan visi dan misi Sekolah Albanna.

Galeri Foto

ByHumas

Sejarah Singkat Kesunnahan Puasa ‘Asyura dan Tasu’a

Masih di awal tahun baru hijriyah 1440, di bulan Muharram, umat muslim diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk menambah nilai pahala dan ketakwaan dengan berpuasa pada 9 dan 10 Muharram, atau yang lebih dikenal dengan puasa tasu’a dan ‘asyura. Sama-sama menggunakan ‘adad tartibiy (hitungan bertingkat), lafadz tasu’a memiliki makna ke-sembilan, dan ‘asyura bermakna ke-sepuluh.

Dalam beberapa riwayat sejarah, banyak peristiwa besar terjadi di hari ke-sepuluh Muharrom. Di antaranya disebutkan sebagai berikut: (1) Nabi Adam ‘alaihissalam bertobat kepada Allah dari dosa-dosanya dan tobat tersebut diterima oleh-Nya. (2) Berlabuhnya kapal Nabi Nuh di bukit Zuhdi dengan selamat, setelah dunia dilanda banjir yang menghanyutkan dan membinasakan. (3) Selamatnya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dari siksa Namrud, berupa api yang membakar. (4) Nabi Yusuf ‘alaihissalam dibebaskan dari penjara Mesir karena terkena fitnah. (5) Nabi Yunus ‘alaihissalam selamat, keluar dari perut ikan hiu. (6) Nabi Ayyub ‘alaihissalam disembuhkan Allah dari penyakitnya yang menjijikkan. (7) Nabi Musa ‘alaihissalam dan umatnya kaum Bani Israil selamat dari pengejaran Fir’aun di Laut Merah. Beliau dan umatnya yang berjumlah sekitar lima ratus ribu orang selamat memasuki gurun Sinai untuk kembali ke tanah leluhur mereka, dan peristiwa ini menjadi alasan kaum Yahudi berpuasa ‘asyura.

Dalam perjelanannya, tidak serta merta Rasulullah SAW menganjurkan puasa ini ke seluruh umatnya. Pada awalnya di Makkah, kaum Quraisy di masa jahiliyyah terbiasa puasa ‘asyura. termasuk Rasulullah SAW. Diriwayatkan, ‘Aisyah menuturkan: “Dahulu orang Quraisy berpuasa A’syuro pada masa jahiliyyah. Dan Nabi-pun berpuasa ‘Asyura pada masa jahiliyyah. Tatkala beliau hijrah ke Madinah, beliau tetap puasa ‘Asyura dan memerintahkan manusia juga untuk berpuasa. Ketika puasa Ramadhon telah diwajibkan, beliau berkata: “Bagi yang hendak puasa silakan, bagi yang tidak puasa, juga tidak mengapa” (HR. Bukhari, No: 1489; Muslim, No: 1987).

Kemudian ketika Rasulullah tiba di Madinah, Beliau melihat orang Yahudi pun berpuasa di tanggal 10 bulan Muharram.  Ibnu Abbas berkata: “Nabi tiba di Madinah dan dia mendapati orang-orang Yahudi sedang berpuasa A’syuro. Nabi bertanya: “Puasa apa ini?” Mereka menjawab: “Hari ini adalah hari yang baik, hari dimana Allah telah menyelamatkan Bani Israil dari kejaran musuhnya, maka Musa berpuasa sebagai rasa syukurnya kepada Allah. Dan kami-pun ikut berpuasa. Nabi berkata: “Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian”. Akhirnya Nabi berpuasa dan memerintahkan manusia untuk berpuasa.

Lalu, bagaimana dengan tanggal 9 atau tasu’a? Hingga pada akhirnya, Rasulullah SAW memerintahkan untuk tidak hanya puasa pada hari A’syuro saja, namun juga menyertakan hari sebelumnya yaitu tanggal 9 (Tasu’a) agar berbeda dengan puasanya orang Yahudi. Dalam sebuah riwayat, Ibnu Abbas berkata: “Ketika Nabi puasa A’syuro dan beliau juga memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa. Para sahabat berkata: “Wahai Rasululloh, hari Asyura adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashoro!! Maka Rasululloh berkata: “Kalau begitu, tahun depan Insya Allah kita puasa bersama tanggal sembelilannya juga”. Ibnu Abbas berkata: “Belum sampai tahun depan, beliau sudah wafat terlebih dahulu” (HR.Muslim: 1134)

Dengan dasar sejarah dan riwayat ini, maka kita sebagai umat islam masa ini, hendaknyalah melestarikan sunnah Rasulullah ini, selain sebagai tambahan nilai pahala yang besar juga sebagai syiar dan pendidikan untuk kemajuan generasi islam saat ini maupun di masa mendatang.

Selamat berpuasa!

ByHumas

Visitasi BAN-SM dalam rangka Akreditasi ke-2 SDIT Albanna

Sekolah merupakan suatu  lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran (menurut KBBI). Sebuah sekolah akan bermutu jika memiliki pengakuan dan penilaian dari beberapa pihak yang berwenang yang sering kita dengar dengan proses akreditasi sekolah/madrasah. Demi untuk meningkatkan mutu dan berproses menjadi sekolah unggul, maka SDIT Albanna yang menjadi salah satu unit pendidikan di Sekolah Albanna menggelar kegiatan visitasi oleh Badan Akreditasi Nasional untuk Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) dalam proses akreditasi sekolah. Gawe besar ini telah dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 03-04 September 2018 dengan assessor dari BAN-S/M Provinsi Bali yaitu Bapak I Nengah Arcana, S.Pd.SD, M.Pd. dan I Ketut Purna, S.Pd.

Selama sebulan terakhir, Tim Panitia Akreditasi SDIT Albanna bersama seluruh dewan guru bekerja keras dan saling bahu-membahu menyiapkan dan menyelesaikan berbagai kelengkapan dan instrumen persyaratan akreditasi. Proses visitasi ini sendiri dilakukan dengan tahapan-tahapan.  Tahapan pertama, wawancara dan penilaian tentang Standar Nasional Pendidikan yang terdiri dari 9 aspek, yaitu : Standar Isi, Standar Proses, Standar Kelulusan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan dan Standar Penilaian.  Tahapan ini digelar sehari penuh pada Senin, 03 September 2018. Kemudian di hari kedua, ada penilaian tentang proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas-kelas.

Sebelumnya, SDIT Albanna telah melaksanakan akreditasi yang pertama pada tahun 2013 dan mendapatkan predikat yang sangat memuaskan yaitu A. Dengan pengertian, SDIT Albanna telah memenuhi dan melaksanakan proses pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidkan dengan sangat baik.

Kelancaran dan kesiapan dalam proses akreditasi kali ini juga mendapat dukungan dan bimbingan dari konsultan yaitu Bapak Drs. Nyoman Suka Jaya, M.M dan Pengawas Gugus, Ibu Dra. Ni Wayan Pinti Hariawati, M.Pd yang memimpin simulasi akreditasi 3 hari sebelumnya.

Program akreditasi sekolah ini diperbarui setiap 5 tahun sekali. Tujuan Pemerintah melakukan akreditasi adalah untuk menilai kelayakan program atau satuan pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional secara bertahap, terencana  dan terukur sesuai Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional BAB XVI Bagian Kedua Pasal 60 tentang Akreditasi. Maka dalam hal ini, Pemerintah menetapkan Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) dengan Peraturan Mendiknas Nomor 29 Tahun 2005 yang merupakan badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program atau satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah jalur formal dengan mengacu pada standar  nasional pendidikan.

Semoga akreditasi kali ini mendapatkan nilai yang lebih baik sebagai bentuk penghargaan dan acuan kinerja pendidikan di SDIT Albanna, umumnya pada Sekolah Albanna secara keseluruhan.

Galeri Visitasi BAN-SM

Hari Pertama, Senin 03 September 2018

Hari Kedua, Selasa 04 September 2018

ByYayasan Albanna

Albanna Mengenalkan Harmoni Budaya Nusantara Pada Siswa

Sekolah Albanna sebagai sekolah Islam di Bali tahun ini mengadakan Albanna Festival, Harmoni Budaya Nusantara, Denpasar 24 Maret 2018. Acara yang diikuti siswa ini diadakan di Gedung Olahraga (GOR) Albanna.
Acara diisi dengan berbagai macam seni budaya dengan tujuan untuk melestarikan budaya nusantara. Selain itu juga untuk mengenalkan budaya nusantara kepada para siswa sejak dini.


“Dengan mengenal budaya nusantara yang beragam, diharapkan sejak dini ditanamkan maiset kepada anak untuk menjaga harmoni dalam keragaman Indonesia” jelas Saifuz, ketua Yayasan Albanna


Islam adalah agama yang menjunjung tinggi perbedaan suku dan budaya. Sebagai sekolah Islam di Bali tepatnya di Denpasar, memiliki tanggungjawab dalam mendidik para siswa untuk mengenal budaya dan menjaga harmoni.

ByYayasan Albanna

Sejarah Panjang Hari Guru

JAKARTA – Setiap tahun, 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Hal itu ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994.

Namun, ada sejarah panjang hingga akhirnya 25 November terpilih sebagai Hari Guru Nasional. Selain Hari Guru Nasional, 25 November 1945 juga ditetapkan sebagai hari lahir Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

PGRI diawali dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) pada 1912. Organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri dari para guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan pemilik sekolah. Dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda mereka umumnya bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua. Sejalan dengan keadaan itu, maka selain PGHB berkembang pula organisasi guru bercorak keagamaan, kebangsaan, dan sebagainya.

Dua dekade berselang, nama PGHB diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata “Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda. Sebaliknya, kata “Indonesia” ini sangat didambakan oleh guru dan bangsa Indonesia.

Kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan yang sejak lama tumbuh mendorong para guru pribumi memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda. Hasilnya antara lain adalah Kepala HIS yang dulu selalu dijabat orang Belanda, satu per satu pindah ke tangan orang Indonesia.

Semangat perjuangan ini makin berkobar dan memuncak pada kesadaran dan cita-cita kesadaran. Perjuangan guru tidak lagi perjuangan perbaikan nasib, tidak lagi perjuangan kesamaan hak dan posisi dengan Belanda, tetapi telah memuncak menjadi perjuangan nasional dengan teriak “merdeka.”

Sayang, pada zaman pendudukan Jepang segala organisasi dilarang dan sekolah ditutup sehingga PGI tidak dapat lagi melakukan aktivitas. Namun, semangat proklamasi 17 Agustus 1945 menjadi dasar PGI untuk menggelar Kongres Guru Indonesia pada 24–25 November 1945 di Surakarta.

Melalaui kongres ini, segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama, dan suku, sepakat dihapuskan. Mereka adalah guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk.

Di dalam kongres inilah, tepatnya pada 25 November 1945, PGRI didirikan. Maka, sebagai penghormatan kepada para guru, pemerintah menetapkan hari lahir PGRI tersebut sebagai Hari Guru Nasional dan diperingati setiap tahun.

Sumber: okezone

ByYayasan Albanna

SMA Kota Denpasar Pertahankan Ulangan Umum Terpadu

Nilai ujian nasional (UN) memang tidak lagi menjadi penentu kelulusan siswa dari jenjang satuan pendidikan. Kendati begitu, bukan berarti para pengelola pendidikan di Kota Denpasar tidak serius menghadapi UN tersebut.

Guna mempersiapkan siswa SMA menghadapi UN 2016/2017, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Denpasar memutuskan tetap menggelar ulangan umum terpadu mulai 21 hingga 29 November mendatang. Ulangan umum terpadu ini tetap dipertahankan karena hasilnya dinilai merupakan salah satu instrumen penting untuk mendapatkan standarisasi kualitas pendidikan di Kota Denpasar.

Ketua MKKS SMA Kota Denpasar, Drs. Ketut Suyastra, M.Pd., mengatakan, ulangan umum terpadu ini diikuti siswa kelas X, XI dan XII. Pada ulangan umum terpadu kelas X dan XI disediakan dua paket soal yang berbeda. Khusus untuk siswa kelas XII menerapkan lima paket soal berbeda. ‘’Keputusan pelaksanaan ulangan umum terpadu ini berdasarkan hasil keputusan rapat pleno kepala sekolah,’’ ujar Suyastra, Senin (10/10) kemarin.

Kepala SMAN 3 Denpasar ini menambahkan, penyusunan soal ulangan umum terpadu diserahkan kepada guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sehingga didapat soal yang valid dan reliabel. Ia menyebutkan, mata pelajaran yang dijadikan materi ulangan umum terpadu dititikberatkan pada mata pelajaran yang di-UN-kan.

Untuk kelas X dan XI diujikan mata pelajaran sesuai program peminatan. Untuk program IPA meliputi Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi, sedangkan program IPS meliputi Ekonomi, Geografi, Sejarah dan Sosioligi. Khusus untuk kelas XII untuk mata pelajaran wajib yakni Bahasa Indonesia, Matematika dan Bahasa Inggris ditambah mata pelajaran peminatan untuk program IPA meliputi Matematika, Kimia, Biologi dan Fisika, serta Geografi, Ekonomi, Sosiologi dan Sejarah untuk siswa program IPS.

‘’Seluruh materi ulangan umum terpadu mengacu pada Kurikulum 2013. Semua soal disusun sesuai standar isi kurikulum (SIK), serta kompetensi dasar dan standar kelulusan (SKL) dengan tingkat kesulitan mengacu kepada standar soal UN yang ditetapkan oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan),’’ katanya memaparkan.

Suyastra membenarkan, setiap ruang kelas akan ada dua bentuk soal yakni paket I dan II untuk kelas X dan XI serta lima paket soal untuk kelas XII. Namun, bobot atau tingkat kesulitan soal itu tetap sama.

Dikatakan, pemberlakuan pola paket soal berbeda ini guna mempersempit ruang gerak para peserta ujian untuk bekerjasama sehingga siswa yang tidak mempersiapkan diri dengan baik dipastikan akan kesulitan mengerjakan soal-soal ulangan umum. Mereka juga tidak bisa berharap banyak dapat menyontek maupun mendapat suplai jawaban dari rekan-rekannya.

‘’Walaupun ada 2-3 soal yang sama, namun posisi option jawabannya yang berbeda. MKKS SMA sudah menerapkan model ulangan umum terpadu sejak beberapa tahun lalu. Hasilnya, mampu menciptakan iklim persaingan yang sehat antarsiswa, di samping itu ada standarisasi nilai untuk SMA di Denpasar,’’ tegasnya.

Dihubungi terpisah, Kabid Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Supartha, M.Pd., merespon positif komitmen MKKS SMA Kota Denpasar mempertahankan format ulangan umum terpadu. Dikatakan, kebijakan itu jelas akan sangat membantu pihaknya dalam memetakan kualitas pendidikan SMA di seluruh Denpasar.

‘’Selain itu, hasil yang dicapai para siswa juga sangat penting untuk mengetahui kesiapan siswa kelas XII menghadapi UN yang sesungguhnya,’’ pungkas Supartha.

Sumber: DIKNAS