• (0361) 236 444 | 0818 418 444
  • info@albanna.sch.id
  • Jl. Tukad Yeh Ho III No.16, Dauh Puri Klod, Kec. Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali 80234
  • News

    Student Spotlight: Fathi Rafi Ismail Priambodo

    SMP Albanna Denpasar merupakan sekolah islam terpadu dengan misi mewujudkan generasi berkarakter religius, unggul dan berwawasan global. Demi mewujudkan karakter unggul, SMP Albanna selalu ikut serta dalam kompetisi siswa baik di bidang akademik maupun non akademik. Kali ini, siswa SMP Albanna mengikuti ajang Karya Cipta skala Nasional.

    Fathi Rafi Ismail Priambodo siswa kelas 7 berhasil lolos menjadi finalis National Young Inventors Award (NYIA) ke-12 Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan judul karya “Kran Wudhu Otomatis bagi Penyandang Disabilitas dan Kebutuhan Khusus”.

    Menurut Sariwati, S.Pt., M.Pd selaku Kepala Sekolah SMP Albanna mengucap syukur dan bangga atas prestasi yang diraih oleh Fathi. “Ini merupakan kali pertama siswa kami membuat karya cipta dan lolos menjadi finalis dalam ajang Nasional. “ujarnya.

    Edy Saputro, S.T selaku pendamping lomba Fathi sekaligus pembina ekstrakurikuler Robotic SMP Albanna menuturkan, kali ini merupakan pengalaman pertama tim robotic SMP Albanna mengikuti kompetisi karya cipta tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. “Merupakan suatu kebanggaan yang besar kepada Fathi memiliki bakat dan potensi dibidang robotic sehingga mampu berkompetisi. Fathi memiliki kekampuan yang baik dalam menerima materi pelajaran robotic di kelas ekstra robotic” ucapnya.

    Edy mengatakan lomba yang diselenggaran LIPI terdiri dari 2 kategori. Pertama kategori LKIR (lomba karya ilmiah remaja) dan kedua kategori National Young Inventor Awards (NYIA). “Kategori yg dikuti Fathi adalah NYIA. Sekitar 600 proposal yang masuk ke LIPI dari 400 sekolah di seluruh Indonesia tingkat SD, SMP, dan SMA hanya diambil 50 finalis dan Alhamduliilah Fathi masuk ke 50 finalis ini untuk berkompetisi mencari  juara 1, 2, 3, harapan 1 , harapan 2, dan 5 juara spesial awards.”jelasnya.

    Fathi menuturkan hasil karya ciptanya untuk membuat keran wudhu bagi penyandang disabilitas da berkebutuhan khusus dihasilkan dari alat-alat yang ramah lingkungan. “Awalnya saat diinfokan lomba ini ke pembina dan memberi masukan untuk menciptakan keran wudhu otomatis, saat itu saya langsung cari-cari referensi sehingga menemukan inovasi untuk membuat keran wudhu otomatis bagi penyandang disabilitas dengan bahan sederhana yang mudah dicari.” tuturnya.

    Anak pertama dari Bapak Guruh Tekad Priambodo, S.T dan Ibu Nyken Sannityas Novenni, S.T., M.T mengatakan sangat senang hasil karyanya dapat bermanfaat bagi masyarakat serta mampu dilombakan sekala Nasional berkat dukungan dari guru pembina, sekolah, dan orang tua. “Karya ini saya buat guna membantu penyandang disabilitas untuk melakukan rukun wudhu lebih baik lagi dan harapannya dapat direalisasikan menjadi kemaslahatan umat,” tangkasnya.

    Menurut Nyken, Ibunda dari Fathi mengungkapkan kompetisi ini akan menjadi pelajaran dan pengalaman positif bagi Fathi serta berharap karya invensinya bisa diterima, dikembangkan dan bisa diproduksi untuk kemaslahatan umat. “Dukungan kami ke Fathi lebih ke dukungan moril, pendampingan intensif, memberi semangat, membuka komunikasi/diskusi yang baik dengan Fathi maupun guru pendampingnya, serta doa yang terbaik untuk Fathi.”imbuhnya.

    Senada dengan Nyken, Sariwati mengatakan bentuk dukungan dari sekolah selain doa juga mendukung fasilitas berkarya, fasilitas pembuatan alat dan pendampingan pembina untuk Fathi. “Kami dari pihak sekolah berharap Fathi dapat memotivasi diri untuk terus berkarya, dapat memotivasi teman dalam hal positif, serta ilmunya bermanfaat untuk kemaslahatan umat.”harapnya. (tim humas)

    Leave a comment