Denpasar — Sekolah Albanna menerima kunjungan tim FEE Center (Future English Education Center) Kampung Inggris Pare dalam rangka mendukung rencana implementasi Bahasa Inggris sebagai bahasa pembelajaran di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi langkah strategis Sekolah Albanna dalam mewujudkan visi sebagai lembaga pendidikan yang berdaya saing global.
Kunjungan yang berlangsung pada Rabu (8/4) diawali dengan peninjauan ke seluruh unit pendidikan, mulai dari tingkat PAUD hingga SMA. Tim FEE Center yang dipimpin oleh Mr. Abdul Malik bersama tim disambut oleh para kepala unit di masing-masing jenjang. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan diskusi singkat serta observasi langsung terhadap proses pembelajaran di kelas.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Sekolah Albanna dalam mengimplementasikan Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua dalam kegiatan belajar mengajar. FEE Center hadir sebagai mitra fasilitator yang akan memberikan dukungan dalam penguatan program tersebut.
Sebagai bagian dari langkah konkret, Sekolah Albanna juga telah mulai menghadirkan program pembelajaran bilingual. Saat ini, program tersebut telah diterapkan pada kelas 1 Sekolah Dasar sebagai tahap awal. Ke depan, sekolah berkomitmen untuk memperluas implementasi program bilingual ini secara bertahap ke jenjang lainnya, seiring dengan kesiapan sumber daya dan sistem pendukung yang ada.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi strategis yang berlangsung di The Java Pantry Resto. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pembina, pengurus, direksi, kepala unit, serta pimpinan divisi Sekolah Albanna, bersama perwakilan FEE Center.
Ketua Pembina Yayasan Albanna, H. Oktan Hidayat, dalam sambutannya menegaskan bahwa implementasi Bahasa Inggris di Sekolah Albanna bukan sekadar untuk kepentingan citra, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab dalam meningkatkan kualitas pendidikan agar mampu bersaing di tingkat global.
“Tujuan kita bukan hanya branding, tetapi bagaimana pendidikan di Sekolah Albanna bisa naik kelas dan setara dengan perkembangan global. Karena itu, program ini membutuhkan dukungan dari seluruh elemen sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Pembina Yayasan Albanna, H. Mudjiono, menekankan pentingnya keseriusan dalam menjalankan program tersebut. Ia menyampaikan komitmen yayasan untuk memberikan dukungan penuh, termasuk rencana pengiriman guru secara berkala ke Kampung Inggris Pare untuk meningkatkan kompetensi bahasa.
Sesi diskusi interaktif turut diisi dengan testimoni dari Ustadzah Ari Yuli Astuti selaku penanggung jawab program Bahasa Inggris Sekolah Albanna, yang telah mengikuti pelatihan intensif selama satu bulan di Kampung Inggris Pare. Ia menggambarkan pengalaman belajar yang menuntut penggunaan Bahasa Inggris secara aktif dalam seluruh aktivitas sehari-hari sebagai kunci terbentuknya kebiasaan berbahasa.
Dalam pemaparannya, Mr. Abdul Malik menyampaikan bahwa implementasi Bahasa Inggris tidak dapat bergantung hanya pada guru Bahasa Inggris, melainkan harus melibatkan seluruh elemen sekolah. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan sistematis, konsisten, serta penerapan mekanisme reward and punishment untuk membangun budaya berbahasa.
“Ketika sebuah program menjadi prioritas, maka harus dijalankan secara optimal dan menyeluruh,” tegasnya.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen kolaborasi antara Sekolah Albanna dan FEE Center dalam mengembangkan program Bahasa Inggris yang berkelanjutan.
Melalui inisiatif ini, Sekolah Albanna berharap dapat menghadirkan lingkungan belajar yang adaptif terhadap perkembangan global, sekaligus mempersiapkan peserta didik menjadi generasi yang kompeten, percaya diri, dan siap bersaing di kancah internasional. (IM/Markom)