
Denpasar — Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Sekolah Albanna menggelar kegiatan Kajian Parenting Pegawai bertajuk “Seni Menjadi Hadir untuk Anak: Komunikasi Efektif ala Orang Tua Bekerja Sesuai Tahap Perkembangan”. Kegiatan ini berlangsung di Griya Qur’an Sekolah Albanna pada Sabtu (2/5).
Kegiatan ini menjadi refleksi bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dimulai dari rumah melalui peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Para guru dan staf karyawan hadir sebagai peserta, sekaligus sebagai orang tua yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Al Ma’tsurat bersama, dilanjutkan dengan penampilan hadrah dari unit SD Albanna, serta pembacaan tilawah dan sari tilawah Surat Luqman yang sarat dengan nilai-nilai pendidikan dalam keluarga.

Direktur Operasional Sekolah Albanna, Asriningsih, dalam sambutannya menyoroti tantangan peran ganda yang dihadapi orang tua di era saat ini. Ia menegaskan bahwa komunikasi yang baik menjadi kunci dalam menjaga hubungan yang sehat antara orang tua dan anak.
“Peran sebagai orang tua dan pekerja sama-sama penting. Karena itu, komunikasi yang baik menjadi fondasi agar hubungan dengan anak tetap hangat dan terjaga,” ujarnya.

Materi utama disampaikan oleh Hari Imam Wahyudi, S.Psi., Psikolog Klinis, yang menekankan bahwa komunikasi tidak hanya sebatas kata-kata, tetapi juga melibatkan bahasa tubuh dan suasana emosional yang dibangun.
Ia menjelaskan bahwa dalam komunikasi, kata-kata hanya berkontribusi sekitar 7 persen, sementara bahasa verbal 35 persen dan bahasa tubuh mencapai 55 persen. Oleh karena itu, orang tua perlu menghadirkan rasa nyaman dan aman agar komunikasi dengan anak dapat berjalan efektif.
“Rumah bukan sekadar tempat tinggal, tetapi tempat pulang secara emosional. Pastikan anak menjadikan orang tua sebagai tempat pertama untuk bercerita,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya memahami tahap perkembangan anak, khususnya pada masa golden age, sebagai periode krusial dalam pembentukan karakter. Orang tua diharapkan mampu menyediakan waktu berkualitas, membangun komunikasi dua arah, serta memvalidasi perasaan anak tanpa menghakimi atau membandingkan.

Sementara itu, H. Oktan Hidayat dalam materinya menyampaikan bahwa anak merupakan amanah sekaligus investasi amal jariyah bagi orang tua. Ia menguraikan lima pilar komunikasi dalam Al-Qur’an, yaitu panggilan kasih sayang, dialog dua arah, argumentasi yang logis, penggunaan perumpamaan, serta ketegasan yang dibalut kelembutan.
“Melalui komunikasi yang baik, kita tidak hanya membangun hubungan dengan anak, tetapi juga menyiapkan generasi penerus yang akan membawa kebaikan di masa depan,” ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber, yang membahas berbagai tantangan komunikasi dalam keluarga di tengah kesibukan orang tua bekerja.

Melalui momentum Hari Pendidikan Nasional ini, Sekolah Albanna menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang holistik, tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada penguatan peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter anak.
Sekolah Albanna percaya bahwa pendidikan terbaik adalah sinergi antara sekolah dan rumah, di mana orang tua hadir secara utuh dalam setiap fase kehidupan anak. (IM/Markom)