Denpasar, Ramadan 1447 H / 2026 M – Dalam rangka menghidupkan nilai kepedulian sosial di bulan suci Ramadan, SMP Albanna Denpasar menyelenggarakan kegiatan Santunan Dhuafa dengan menyalurkan 34 parsel sembako kepada janda lansia dan anak yatim di wilayah Denpasar.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program Ramadan sekolah yang bertujuan tidak hanya memperkuat aspek spiritual, tetapi juga menanamkan empati dan kepedulian sosial kepada para murid sejak dini. Penyerahan parsel dilakukan secara langsung oleh perwakilan murid sebagai bentuk pembelajaran nyata tentang arti berbagi dan menghargai sesama.

Selain santunan kepada dhuafa, sekolah juga mengantarkan tujuh parsel kehormatan kepada tokoh-tokoh muslim di Denpasar. Parsel tersebut diserahkan oleh beberapa guru sebagai wujud silaturahmi dan penghargaan atas kontribusi mereka dalam membina umat dan masyarakat.

Kepala SMP Albanna Denpasar, Sariwati, S.Pt., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membentuk karakter murid yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial.

“Ramadan adalah momentum terbaik untuk melembutkan hati. Melalui kegiatan santunan ini, murid belajar bahwa berbagi bukan sekadar memberi materi, tetapi menghadirkan cinta, empati, dan kepedulian,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendidikan sejatinya bukan hanya tentang transfer ilmu pengetahuan, melainkan juga proses pembentukan hati dan karakter. Dengan dilibatkan secara langsung dalam kegiatan sosial, murid diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang peduli, berempati, dan gemar berbagi kepada sesama.

Kegiatan Santunan Dhuafa ini mendapat respons positif dari masyarakat dan menjadi salah satu agenda rutin Ramadan SMP Albanna Denpasar. Sekolah berharap nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan melalui kegiatan ini akan terus melekat dalam diri murid, tidak hanya selama Ramadan, tetapi dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui langkah sederhana namun bermakna ini, SMP Albanna Denpasar menegaskan bahwa pendidikan terbaik adalah pendidikan yang membangun ilmu sekaligus membentuk hati. (IM/Markom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *